Asuhan Keperawatan Kasus Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun baru saja didiagnosis Diabetes Melitus tipe 1 masuk untuk dirawat di Bangsal Anak Rs. Hasil anamnesis anak mengatakan bahwa ia tidak nafsu makan, banyak minum, banyak kencing, berat badannya turun, enuresis. Diabetes mellitus (DM) disebut dengan the silent killer yang dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular. Selulitis merupakan salahsatu bentuk komplikasi mikrovaskular dari DM yang tidak terkontrol. Pasien wanita dengan usia 49 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan luka dan nyeri di jempol kaki kanan. Pasien memiliki riwayat penyakit DM tipe 2, dengan hasil kadar gula penderita diabetes melitus tipe 2 mencapai 90% dari penderita diabetes melitus yang ada (Depkes RI,2014). Menurut survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 penderita DM pada usia 25- 64 tahun, 7,5% di Jawa dan Bali. Jumlah kasus penderita DM tipe 2 pada usia 25-64 tahun sebesar 12,8% dan 11,2% pada tahun 2003 Diabetes mellitus (DM) disebut dengan the silent killer yang dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular. Selulitis merupakan salahsatu bentuk komplikasi mikrovaskular dari DM yang tidak terkontrol. Pasien wanita dengan usia 49 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan luka dan nyeri di jempol kaki kanan. Pasien memiliki riwayat penyakit DM tipe 2, dengan hasil kadar gula Daftar Isi: Diabetes mellitus (DM) is a multifactorial disease that usually caused by disorders of the endocrine system and marked by an increase in blood glucose levels. Diabetes Melitus can cause changes in oral conditions such as xerostomia. The aim of this journal is to report case of xerostomia in DM Tipe II patient who consume Metformin hsac.

laporan kasus diabetes melitus tipe 2